Bukik Sikumpa, 25 Mei 2026 — Lahan yang sebelumnya tidak produktif dan dipenuhi semak belukar kini berhasil dioptimalkan menjadi sumber penghasilan bagi Pak Hamdanas, salah satu penerima program Tani Berdaya Lokadesa di Bukik Sikumpa. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan lahan tidur dapat mendorong peningkatan ekonomi rumah tangga petani.
Sebelumnya, keterbatasan modal menjadi kendala utama dalam mengelola lahan yang dimiliki. Selain itu, kondisi hasil pertanian yang fluktuatif juga sempat menjadi tantangan. Namun, melalui dukungan dan pendampingan yang diberikan, lahan di sekitar rumah Pak Hamdanas kini telah berkembang menjadi lahan produktif dengan berbagai komoditas.
Saat ini, selain tanaman jagung, Pak Hamdanas juga membudidayakan ubi, pepaya, dan kangkung. Beberapa komoditas tersebut telah memberikan hasil ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mendukung keberlanjutan usaha pertanian yang dijalankan.
Komoditas kangkung menjadi salah satu sumber pendapatan utama karena memiliki masa panen yang relatif singkat. Dengan menerapkan sistem tanam bertahap, panen dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam interval waktu yang lebih pendek. Hasil panen kangkung tersebut juga telah memiliki akses pasar melalui pengepul yang secara rutin membeli hasil produksi.
Sementara itu, tanaman pepaya juga menunjukkan perkembangan yang positif. Hasil panen telah beberapa kali terjual, bahkan pengepul datang langsung ke lokasi untuk melakukan pembelian. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan nilai ekonomi dari lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.
Dampak program tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga pada keterlibatan anggota keluarga. Anak Pak Hamdanas yang sebelumnya bekerja di bengkel kini turut berkontribusi dalam pengelolaan lahan, seiring dengan melihat potensi usaha yang semakin berkembang.
Pak Hamdanas menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui program Tani Berdaya Lokadesa. Program ini dinilai tidak hanya membantu dari sisi sarana, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dalam mengelola usaha pertanian secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Apresiasi juga disampaikan kepada Rumah Zakat dan Lokadesa atas komitmen dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Diharapkan, program serupa dapat terus diperluas agar semakin banyak lahan tidak produktif yang dapat dioptimalkan menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
