GEULANGGANG RAYEUK, KUTA BLANG, BIREUEN – Pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen terus dilakukan pascabencana yang sempat melumpuhkan lahan warga. Di Desa Geulanggang Rayeuk, Kecamatan Kuta Blang, sejumlah sawah terdampak mengalami kerusakan akibat material sisa bencana dan gangguan pada infrastruktur irigasi, sehingga mengancam musim tanam petani.
Bagi masyarakat desa, sawah bukan sekadar lahan, melainkan sumber penghidupan utama. Ketika lahan tidak bisa diolah, risiko gagal tanam dan penurunan pendapatan menjadi kekhawatiran nyata.
Menjawab kondisi tersebut, pada Senin, 9 Februari 2026, Loka Desa berkolaborasi dengan Mesjid Nusantara secara resmi melaksanakan Program Rehabilitasi Sawah Pascabencana yang berpusat di Desa Geulanggang Rayeuk.
Program ini difokuskan pada pembersihan material sisa bencana di area persawahan serta penataan kembali lahan agar siap ditanami dalam waktu dekat. Selain pemulihan kondisi tanah, upaya ini juga bertujuan memperbaiki fungsi dasar infrastruktur pertanian agar siklus tanam dapat kembali berjalan normal.
Kepala Desa (Geuchik) Geulanggang Rayeuk menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyampaikan bahwa dukungan ini sangat dinantikan warga yang sebelumnya khawatir akan kehilangan musim tanam tahun ini.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran program dari Loka Desa. Pascabencana, banyak sawah warga belum bisa langsung diolah. Dengan adanya rehabilitasi ini, harapan petani untuk kembali berproduksi menjadi besar lagi,” ujarnya di sela kegiatan.
Perwakilan Lokadesa, Ernawati, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada kegiatan hari ini.
“Kami tidak ingin petani berjuang sendirian. Loka Desa hadir untuk memastikan infrastruktur dasar pertanian di Geulanggang Rayeuk pulih lebih cepat agar ketahanan pangan tingkat desa tetap terjaga,” tegasnya.

Melalui sinergi antara Loka Desa, Mesjid Nusantara, perangkat desa, dan kelompok tani, diharapkan produktivitas gabah di Kecamatan Kuta Blang dapat kembali stabil, bahkan meningkat pada musim panen mendatang. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan pemulihan pascabencana benar-benar berdampak pada keberlanjutan ekonomi desa.
