Ciamis, Jawa Barat – Lokadesa melalui program pendampingan pertanian terus mendukung Kelompok Jawara Farm di Dusun Babakan RT 02 RW 11, Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan budidaya cabe rawit domba.
Memasuki usia 65 hari setelah tanam, tanaman cabe rawit domba berada pada fase krusial yang membutuhkan perawatan intensif. Pada tahap ini, tanaman rentan terhadap berbagai serangan hama dan penyakit yang dapat memengaruhi produktivitas hasil panen.
Beberapa tantangan yang dihadapi petani di antaranya serangan ulat bor, lalat buah, dan trips. Selain itu, penyakit tanaman seperti patek dan busuk batang juga menjadi perhatian utama karena berpotensi menyebar dengan cepat apabila tidak ditangani secara tepat.
Fasilitator Lokadesa, Asep Aid Mutaqin, menyampaikan bahwa proses budidaya cabe memerlukan pemantauan rutin dan penanganan yang konsisten. “Perawatan tanaman dilakukan setiap hari untuk memastikan kondisi tanaman tetap sehat dan mampu tumbuh optimal hingga masa panen,” ujarnya.
Sebagai upaya mitigasi, Kelompok Jawara Farm melakukan perawatan secara berkala, mulai dari pemantauan kondisi tanaman, pengendalian hama, hingga penanganan tanaman yang terdampak penyakit. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pertumbuhan tanaman di tengah kondisi lapangan yang dinamis.
Ketua Kelompok Jawara Farm, Nirwan, menjelaskan bahwa hingga saat ini sekitar 80 persen tanaman tumbuh dalam kondisi normal, sementara sebagian lainnya mengalami gangguan pada batang. “Kami tetap fokus merawat tanaman yang masih sehat agar produktivitas tetap terjaga,” jelasnya.
Pendampingan yang dilakukan Lokadesa tidak hanya terbatas pada tahap awal penanaman, tetapi berlangsung secara berkelanjutan mengikuti perkembangan tanaman di lapangan. Melalui pendampingan ini, petani memiliki ruang untuk berdiskusi, melakukan evaluasi, serta menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai kondisi yang dihadapi.
Program ini juga menunjukkan dampak pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Setelah menerima intervensi modal usaha pada tahun sebelumnya, Kelompok Jawara Farm mampu melanjutkan siklus budidaya secara mandiri dengan berbagai komoditas.
“Insya Allah sekitar 40 hari ke depan kami akan memasuki panen ketiga, setelah sebelumnya berhasil panen semangka dan timun suri,” tambah Nirwan.
Diperkirakan tanaman cabe rawit domba akan memasuki masa panen pada usia 105 hari setelah tanam. Hingga waktu tersebut, perawatan dan pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan hasil panen yang optimal.
Melalui pendampingan yang konsisten dan keterlibatan aktif petani, program ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha pertanian di tingkat desa.
