Bantul, DIY — Kabar baik datang dari Kelompok Tani Mandiri Sejahtera di Desa Triwidadi. Pada Maret 2026, para petani yang merupakan mitra binaan Rumah Zakat dan Lokadesa berhasil melakukan panen padi perdana melalui program Tani Berdaya.
Panen ini menjadi momen penting karena hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan dibanding musim sebelumnya. Dari lahan seluas sekitar 500 m², yang biasanya menghasilkan 4–5 kuintal gabah, pada musim ini mampu mencapai lebih dari 6 kuintal.
Peningkatan hasil panen ini tidak lepas dari dukungan program Tani Berdaya yang memberikan akses terhadap benih, pupuk, serta kebutuhan perlindungan tanaman. Pada musim tanam ini, petani menggunakan varietas benih padi BERNAS PP 32 yang dinilai memiliki hasil yang cukup optimal.
Selain dukungan sarana produksi, kelompok tani juga mendapatkan bantuan berbagai peralatan pertanian, seperti sprayer, alat panen (sabit/serit), mesin thresher (perontok padi), serta pompa air yang telah dimodifikasi dari bahan bakar minyak menjadi gas. Inovasi ini membantu petani menekan biaya operasional, khususnya dalam penggunaan bahan bakar.
Sumaryanto (48), salah satu anggota kelompok tani, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan sangat berdampak terhadap hasil panen dan efisiensi biaya.
“Dengan adanya bantuan ini, hasil panen kami meningkat dan biaya produksi bisa ditekan, sehingga lebih menguntungkan,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Slamet (56). Ia menuturkan bahwa kepemilikan alat panen sendiri menjadi keuntungan besar, terutama saat musim panen raya.
“Saat panen seperti ini biasanya sulit mencari alat karena banyak yang membutuhkan. Sekarang kami sudah punya sendiri, bahkan bisa disewakan ke warga lain,” jelasnya.
Sementara itu, Katinem (67) menambahkan bahwa program ini membantu petani dari awal hingga akhir proses pertanian.

“Kami sangat terbantu, mulai dari penyediaan benih, pupuk, hingga alat panen. Prosesnya jadi lebih mudah dan hemat waktu serta tenaga,” ungkapnya.
Melalui program Tani Berdaya, Rumah Zakat dan Lokadesa terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas petani, baik dari sisi produksi maupun efisiensi usaha tani. Pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu memperkuat kemandirian kelompok tani serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
