About Us

About Us
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Contact Info

684 West College St. Sun City, United States America, 064781.

(+55) 654 - 545 - 1235

info@corpkit.com

Optimalisasi Lahan di Lereng Lawu, Petani Blumbang Tanam Wortel dengan Sistem Tumpang Sari

Karanganyar, Jawa Tengah — Lokadesa melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi penebaran benih wortel di Desa Berdaya Blumbang, Kecamatan Tawangmangu. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, sebagai bagian dari pendampingan kepada petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah lereng Gunung Lawu.

Berlokasi di ketinggian sekitar 1.430 mdpl, kawasan ini dikenal memiliki kondisi tanah yang subur dan cocok untuk tanaman hortikultura. Salah satu petani yang terlibat, Sri Hartono, melakukan proses penanaman dengan terlebih dahulu merendam benih wortel semalaman sebelum disebar ke lahan.

Menurutnya, proses tersebut penting untuk membantu benih lebih siap tumbuh dan meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman.

Penebaran benih dilakukan di lahan yang sebelumnya telah ditanami daun bawang (onclang). Praktik ini merupakan bagian dari sistem tumpang sari, yaitu metode penanaman lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan secara bersamaan. Dengan cara ini, petani dapat mengoptimalkan penggunaan lahan sekaligus menjaga kesinambungan masa tanam dan panen.

Dalam kegiatan monitoring, Lokadesa tidak hanya memastikan proses penanaman berjalan dengan baik, tetapi juga mendampingi petani dalam penerapan praktik pertanian yang lebih efektif. Pendampingan meliputi pemilihan benih, pengolahan tanah, hingga pengelolaan nutrisi.

Upaya ini menjadi penting di tengah tantangan yang dihadapi petani, termasuk berkurangnya lahan produktif akibat alih fungsi menjadi kawasan wisata.

Sri Hartono menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan. Selain bantuan benih wortel, petani juga mendapatkan dukungan berupa ternak domba yang dapat terintegrasi dengan aktivitas pertanian.

“Daun wortel nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan, jadi bisa saling mendukung,” ujarnya.
Diperkirakan, tanaman wortel ini akan memasuki masa panen dalam waktu sekitar 3 hingga 4,5 bulan ke depan, tergantung pada kondisi pertumbuhan dan cuaca.

BACA JUGA  Pentingnya Kolaborasi Antar Desa dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan

Relawan Inspirasi Lokadesa, Tri Hartanto, menegaskan bahwa program ini akan terus didampingi agar memberikan manfaat jangka panjang bagi petani.

“Harapannya, para petani di Klaster Tani Lokadesa bisa semakin sejahtera dan semakin adaptif dalam mengelola pertanian,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lokadesa mendorong praktik pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*